Home > SPORTS > Faktor Kekalahan Garuda Muda di Final SEA Games XXVI

Faktor Kekalahan Garuda Muda di Final SEA Games XXVI

 

Semalam, kita telah menyaksikan perjuangan Garuda Muda melawan Malaysia di Final SEA Games XXVI. Serangan demi serangan dilakukan masing-masing negara yang terus bermain imbang 1-1 sampai perpanjangan waktu kedua berakhir yang mengakibatkan harus diadakannya sesi pinalti.  Sayangnya Indonesia meraih 3 gol dari 5 tendangan sedangkan Malaysia dapat 4 gol dari 5 tendangan. Hasilnya Malaysia menang karena adu pinalti tersebut.Indonesia bermain cepat di babak pertama, serangan gencar dilakukan, baik dari sayap maupun dari tengah. Di menit keempat, Indonesia memperoleh tendangan sudut yang dieksekusi oleh Okto. Bola melaju ke daerah gawang Malaysia, disana sudah ada Bek Gunawan yang dengan sigap menanduk bola dan bola langsung mengarah ke dalam gawang Malaysia. Kedudukan Indonesia 1 – 0 Malaysia.

Sebelum babak pertama berakhir, Malaysia melakukan serangan. Umpan yang dilakukan dari sayap kanan Malaysia menuju ke tengah daerah pinalti Indonesia. Di sana ada pemain Malaysia yang melakukan sundulan terbang, sayang bola kurang dapat diantisipasi oleh Kurnia. Bola melaju lebih cepat dari penjaga gawang Indonesia dan masuk ke dalam gawang. Hasilnya kedudukan menjadi 1-1 hingga babak pertama berakhir.

 

 

Di babak kedua, Indonesia banyak melakukan serangan, tampak Indonesia lebih dominan dalam menguasai bola. Begitu juga Malaysia yang beberapa kali melakukan serangan balik dan cukup berbahaya. Banyak terjadi gol yang menuai kontroversi akibat terjadinya offside, baik dari Indonesia maupun Malaysia. Kedudukan pun tetap imbang hingga babak kedua selesai, dan harus menjalani babak tambahan.

Babak tambahan pertama, serangan tetap dilakukan. Beberapa kali Indonesia mendapatkan kesempatan emas lewat tendangan langsung Egi, Andik dan Tibo. Sayang penjaga gawang Malaysia berhasil menghalau bola dan mencegah terjadinya gol. Hasilnya tetap imbang hingga babak tambahan kedua berakhir. Sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan melalui sesi adu pinalti.

 

 

Sesi adu pinalti berjalan dengan tegang, Tibo melakukan tendangan pertama. Tendangan keras Tibo ke arah kanan gawang sukses, meskipun telah terbaca oleh penjaga gawang Malaysia (Indonesia 1-0 Malaysia). Kemudian pemain Malaysia berhasil menembakkan bola dan masuk (Indonesia 1-1 Malaysia). Selanjutnya Gunawan melakukan tembakan, sayang bola membentur tiang gawang ((Indonesia 1-1 Malaysia).

Selanjutnya pemain Malaysia kembali sukses memasukkan bola (Indonesia 1-2 Malaysia). Terus Egi berhasil mendapatkan gol ke gawang Malaysia (Indonesia 2-2 Malaysia). Pemain Malaysia melakukan tembakan lagi, untung bagi Indonesia, Kurnia berhasil menghalau bola (Indonesia 2-2 Malaysia). Kemudian Abdulrahman menendang bola dan gol (Indonesia 3-2 Malaysia). Pemain Malaysia menendang dan gol (Indonesia 3-3 Malaysia). Terakhir, Ferdinand melakukan tembakan, sayang sekali dengan mudahnya penjaga gawang Malaysia dapat menghalau bola karena terlalu pelan (Indonesia 3-3 Malaysia). Tendangan penentu dilakukan oleh kapten Malaysia, bola sempat terhalau oleh Kurnia, sayangnya bola meleset ke arah dalam gawang, (Indonesia 3-4 Malaysia).

 

Ada beberapa faktor yang menurut saya menjadi kekurangan dari Garuda Muda :

1. Eksekusi Tendangan Bebas

Beberapa kesempatan untuk mengeksekusi tendangan bebas dilakukan oleh Egi, Andik dan lainnya. Sayang sekali, seandainya kesempatan tersebut dapat diberikan kepada Patrich Wanggai yang telah berhasil meraih 2 gol dari eksekusi tendangan bebas. Yaitu ketika melawan Kamboja dan melawan Vietnam.

 

2. Pergantian Pemain

Dilakukannya pergantian pemain tampaknya bukan membuat permainan Garuda Muda semakin baik. Pasalnya Ferdinand menggantikan Patrich, saya rasa Ferdinand kurang baik dalam mencetak gol, tendangannya begitu lemah. Mungkin berbeda jika Patrich tetap bermain, atau seandainya ingin digantikan, lebih baik digantikan oleh Yongki.

 

3. Dahaga Gol

Tampak sekali bukan permainan Garuda Muda yang haus akan gol. Semangat yang membara membuat beberapa pemain terlihat individual. Kerjasama tim kurang baik, jauh lebih baik kerjasama saat melawan Thailand dan Vietnam.

 

4. Keberuntungan

Yah, begitulah… Malaysia hanya lebih beruntung saat adu pinalti dibandingkan dengan Indonesia

 

Dengan keunggulan tersebut, Malaysia meraih kemenangan dalam cabang olahraga sepakbola di SEA Games XXVI. Indonesia telah bermain dengan sangat baik hingga bermain imbang, sayang Indonesia kurang beruntung. Indonesia gagal meraih kemenangan dalam cabang olahraga sepakbola kali ini. Walaupun begitu, Indonesia tetap keluar sebagai Juara Umum SEA Games XXVI, dimana hingga detik ini, Indonesia telah meraih 182 medali emas.

SEA Games XXVI, INDONESIA JUARA

 

 

Sumber gambar :

  1. Sathia
    November 22, 2011 at 4:59 am

    yang pentingnye malaysia dah menang, kite jumpe balik di myanmar sea games….kalau datang malaysia untuk sea games nanti skuad bolasepak indonesia jangan lupa naik tongkang sembunyi bawah tongkang….longkang….bengkang…..!

    • jackoo
      November 22, 2011 at 5:25 am

      Bangang….hahaha hancur….

      • inginsekalisehat
        November 22, 2011 at 6:01 am

        Indonesia kalah ya….

    • inginsekalisehat
      November 22, 2011 at 6:02 am

      semoga akan ada pertandingan yang seru dan kian menarik yaa

  2. harimau
    November 22, 2011 at 6:34 am

    kalian menang 182 emas kerana keberuntungan sebagai tuan rumah….lihat aja sea games 2009, kalian di bawah Malaysia….ingat dulu ya…

    • inginsekalisehat
      November 22, 2011 at 7:04 am

      mungkin di SEA Games XXVII akan lebih seru lagi… mari kita tunggu ya

  3. November 22, 2011 at 7:41 am

    Semoga indoenesia bangkit dari kekalahan.

    • inginsekalisehat
      November 22, 2011 at 7:56 am

      Terimakasih ya… selamat kepada Malaysia udah menang..
      Next time, kita akan bertanding lagi ya… Malaysia negara sepakbola kuat di SEA Games tahun ini ya

  4. Pencuri
    November 22, 2011 at 10:32 am

    Malingshit hanya beruntung PERTANDINGAN IMBANG kok hehheheheheehe

    • inginsekalisehat
      November 22, 2011 at 10:46 am

      pertandingan memang imbang, hanya kita kalah dalam adu pinalti

  5. kbonai
    November 22, 2011 at 4:44 pm

    Indonesia kalah 2 kali ama Malaysia tidak sampai 1 minggu.. kasian ama Indonesia… Loser!..

    • inginsekalisehat
      November 23, 2011 at 2:31 am

      terimakasih simpatinya… kami juga kasian sama Malaysia yang cuma dapat 59 emas, jauh di bawah kaki Indonesia yang meraih 182 emas.
      kasian Malasia, worse than loser

      • November 23, 2011 at 11:18 am

        kasihan kasihan kasihan… cuman 59 emas di banding dengan 182 ga ada apa-apanya . I LOVE INDONESIA

      • inginsekalisehat
        November 24, 2011 at 2:03 am

        hehehe… mari kita berikan yang terbaik untuk negara kita masing-masing, Indonesia Bisa!!!

  6. November 24, 2011 at 5:35 am

    Egy memang disuruh menjadi penendang bukan wanggai karena egy kuat di kaki kanan dan tendangan bebas diposisi tersebut memang pantas diambil oleh Egy karena wanggai kaki yang lebih kuat di kiri sehingga wanggai hanya cocok sebagai eksekutor di sisi kiri pertahanan malaysia seperti yang ada dalam gambar anda tersebut. you know?
    Ferdinand memang tendangan lemah tapi dia pandai dalam mencari posisi itulah yang diharapkan RD darinya, sayangnya gol yang dicetak olehnya dianulir karena ada yang offside terlebih dahulu.
    Kerjasama kurang baik bukan karena haus gol tapi faktor kelelahan bung.
    Kita harus mengakui Malaysia dikancah sepakbola lebih baik dari kita, 2 tahun kita hanya menjadi runner up di AFF dan Seagames, itu bukan sekedar keberuntungan tapi lebih dari itu.
    sanggahan saya atas pernyataan anda semoga bisa menjadi masukan

    • inginsekalisehat
      November 24, 2011 at 6:29 am

      Terimakasih atas komentarnya…
      Ada satu kesempatan tendangan bebas disisi kiri pertahanan Malaysia, namun tetap Egy yang menendang, bukan Patrich. Tapi setelah saya cari informasi di berbagai sumber, ternyata Patrich mengalami cidera, namun dia menyembunyikannya. Coach RD melihat dan mengetahui hal tersebut, oleh karena itu, Patrich akhirnya digantikan oleh Ferdinand.

      Semoga di pertandingan SEA Games XXVII kita dapat lebih baik dan meraih medali emas ya…

  7. November 24, 2011 at 11:31 am

    ow gitu yach,,,,,

    batik madura

    • inginsekalisehat
      November 25, 2011 at 1:57 am

      hehe… makasih kunjungannya…
      udah dikunjung ya batiknya, hehe🙂

  1. November 24, 2011 at 6:58 am

Silahkan isi komentar Anda...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: