Home > health > Waspadai penularan Tifus lewat Serangga

Waspadai penularan Tifus lewat Serangga

Sudah satu minggu ini, salah satu rekan di kantor saya tidak dapat masuk kerja dikabarkan dirawat karena menderita sakit tifus. Sebelumnya juga ada rekan saya yang terkena tifus satu bulan lalu. Saya jadi heran kenapa dalam satu bulan bisa ada dua orang yang dirawat karena menderita tifus? Apa tifus itu bisa menular ya?

Yang saya tahu, untuk menghindari tifus adalah dengan waspada dan memilih makanan dan minuman untuk kita konsumsi. Karena katanya tifus bisa nyebar lewat makanan yang kurang bersih dan higienis. Sebenarnya tifus itu penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, yaitu kuman yang ada di lingkungan yang kurang bersih. Dari lingkungan yang kurang bersih tersebut, bisa membuat kita terinfeksi kuman tersebut. Bagaimana penularannya?

Cara penularannya pun kelihatannya gampang banget, penyakit tifus ini bisa menular lewat serangga yang hidup pada lingkungan kotor, seperti serangga lalat, terus juga kecoa. Misalnya pada lalat yang hidupnya di lingkungan kotor alias jorok, lalat bersentuhan dengan banyak kotoran, dan dalam kotoran itu ada kuman Salmonella Typhi.

Kuman tersebut terbawa oleh lalat. Lalat kan suka beterbangan dan hinggap di mana aja, celakanya jika lalat yang mengandung kuman tersebut hinggap di makanan yang mau kita makan. Akibatnya kuman bisa masuk ke dalam lambung dan kelenjar usus kecil terus masuk juga ke dalam sistem peredaran darah. Ini merupakan gejala awal dari penyakit tifus.

Gejala awal biasanya nggak ada efek sama sekali, namun setelah 7 sampai 14 hari baru terlihat gejalanya. Pada minggu pertama, kita bisa aja demam, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut dan males makan alias nggak nafsu. Demam terus meningkat apalagi pada malam hari atau juga sakit kepalanya yang meningkat. Terus minggu kedua kita jadi demamnya parah, kulit kering, bibir juga kering dan pecah-pecah, terus juga lidah kayak ada selaputnya yang warnanya putih-putih.

Jika sudah seperti ini, bisa terjadi komplikasi pendarahan atau kebocoran usus. Makanya kita harus segera nanganin ini dengan serius, caranya dengan makan obat antibiotik, tapi bukan antibotik yang biasa soalnya kuman Salmonella typhi nnggak mempan sama antibiotik biasa. Jadi antibiotik yang harus kita makan harus antibiotik yang berspektrum luas seperti sepalosporin generasi ketiga.

Daripada mengobati, lebih baik mencegah kan. Cara pencegahannya bisa dengan dari diri kita sendiri yang menjaga kebersihan dan selalu pilih dengan cermat makanan yang mau kita makan, jangan lupa ya untuk biasakan budaya cuci makan sebelum makan.

HIDUP SEHAT DIMULAI DARI KEBIASAAN SEHAT

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Silahkan isi komentar Anda...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: